Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Kerja Sama Dengan Angola, Jokowi Klaim Indonesia Hemat Rp 15 Triliun Setahun  Bnpb: Radius Rawan Bencana Sinabung Meluas Jadi 5 Km  Lempari Rumah Warga, Sekelompok Pelajar Yang Diduga Merupakan Anggota Geng Motor Diringkus, Yogyakarta  Cari Pesawat Latih Yang Hilang, Basarnas Turunkan Tim Penyelam, Di Sekitar Perairan Moyo, Sumbawa, Ntb  Lombok Sumbawa Inafact 2014 Promosikan Pariwisata Ntb  Pt Liga Indonesia Menetapkan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Sebagai Tempat Penyelenggaraan Semifinal Isl 2014 Pada 4 November 2014  Ahok Datangi Istana, Sebut Ada Panggilan Dari "gubernur"  Akbar Tandjung Dukung Generasi Muda Jadi Ketum Golkar  Kapolri: Arsyad Ditahan Karena Sebar Foto Porno, Bahaya Untuk Anak  Kpk: Langkah Ahok Minta Pejabat Laporkan Harta Patut Ditiru  Sekjen Dpr Tidak Ingin Ditarik Dalam Urusan Politik Di Dpr  Keluarga Penumpang Mh370 Ajukan Gugatan Hukum, Kuala Lumpur  
Portal Berita > Seputar Jogja
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Terus Sosialisasi Program Stop Babs
Selasa, 29 May 2012 | 07:49 WIB

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman terus Sosialisasi Program Stop BABS

Sleman, www.jogjatv.tv - Sebagai upaya untuk membudidayakan hidup bersih dan sehat di Kabupaten Sleman, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, melakukan pembinaan terhadap Stop buang air besar sembarangan (BABS) dengan mengadakan program pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat(STBM) untuk memberi motivasi langsung kepada masyarakat agar tidak membuang air besar sembarangan, dan segera memiliki jamban sehat. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes pada Selasa (29/5) di Sleman.

Dr. Linda mengatakan, berdasarkan data yang terdapat di program penyehatan lingkungan permukiman Dinas Kesehatan Sleman tahun 2012 menunjukan jumlah KK yang menggunakan jamban sebanyak 217.616 KK dari jumlah keseluruhan 305.543 KK, sehingga presentase penduduk yang menggunakan jamban sehat di Kab. Sleman sebesar 71,22 %.

“Prosentase tersebut sudah di atas target nasional dan target Provinsi DIY, yakni sebesar 67% pada tahun 2011. Dengan demikian dari seluruh KK yang ada masih terdapat 88.240 KK (28,88%) yang belum menggunakan jamban,” terangnya.

Lebih lanjut, Dr. Linda menambahkan untuk mewujudkan Stop BABS, dirinya berupaya untuk meningkatkan akses penggunaan jamban tersebut, dengan melakukan sosialisasi penggunaan jamban yang memenuhi syarat bagi warga masyarakat. Selain itu juga Pemkab Sleman juga memberikan stimulan material untuk pembangunan jamban bagi masyarakat yang tidak mampu.

“Pada tahun 2012 diberikan 80 paket material untuk wilayah Kecamatan Prambanan, Gamping, Seyegan, Sleman, dan Minggir,” katanya. (Bettyndira/Riza)