Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Pemerintah Provinsi Dki Jakarta Berupaya Menambah Jumlah Ruang Perawatan Khusus Untuk Anak-anak Di Rsud  Tingkat Partisipasi Pemilih Di Surabaya Capai 60 Persen  Seorang Pegawai Honorer Sebuah Instansi Di Boyolali Yang Diduga Menjadi Aktor Itelektual Kasus Jual Beli Kunci Jawaban Un Berhasil Ditangkap Petugas Sat Reskrim Polres Karanganyar  Dinas Peternakan, Pertanian Dan Kelautan (dppk) Kota Pekalongan Terus Mendorong Masyarakat Kota Pekalongan, Terutama Anak-anak Untuk Mengonsumsi Ikan  Komisi Ii Dprd Kota Tegal Mendukung Adanya Revisi Peraturan Daerah (perda) No 3/2010 Tentang Pajak Dan Retribusi Tempat Pelelangan Ikan (tpi)  Kpk: Potensi Kerugian Negara Kasus E-ktp Rp 1,12 Triliun  Sebanyak 5.796 Siswa Smp/mts Di Kulonprogo Siap Ikuti Un  Latihan Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Slamet Ditutup  Sejumlah Pedagang Di Pasar Kutoarjo Mengeluhkan Naiknya Harga Daging Ayam Pedaging  
Portal Berita > Seputar Jogja
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Terus Sosialisasi Program Stop Babs
Selasa, 29 May 2012 | 19:49 WIB

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman terus Sosialisasi Program Stop BABS

Sleman, www.jogjatv.tv - Sebagai upaya untuk membudidayakan hidup bersih dan sehat di Kabupaten Sleman, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, melakukan pembinaan terhadap Stop buang air besar sembarangan (BABS) dengan mengadakan program pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat(STBM) untuk memberi motivasi langsung kepada masyarakat agar tidak membuang air besar sembarangan, dan segera memiliki jamban sehat. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes pada Selasa (29/5) di Sleman.

Dr. Linda mengatakan, berdasarkan data yang terdapat di program penyehatan lingkungan permukiman Dinas Kesehatan Sleman tahun 2012 menunjukan jumlah KK yang menggunakan jamban sebanyak 217.616 KK dari jumlah keseluruhan 305.543 KK, sehingga presentase penduduk yang menggunakan jamban sehat di Kab. Sleman sebesar 71,22 %.

“Prosentase tersebut sudah di atas target nasional dan target Provinsi DIY, yakni sebesar 67% pada tahun 2011. Dengan demikian dari seluruh KK yang ada masih terdapat 88.240 KK (28,88%) yang belum menggunakan jamban,” terangnya.

Lebih lanjut, Dr. Linda menambahkan untuk mewujudkan Stop BABS, dirinya berupaya untuk meningkatkan akses penggunaan jamban tersebut, dengan melakukan sosialisasi penggunaan jamban yang memenuhi syarat bagi warga masyarakat. Selain itu juga Pemkab Sleman juga memberikan stimulan material untuk pembangunan jamban bagi masyarakat yang tidak mampu.

“Pada tahun 2012 diberikan 80 paket material untuk wilayah Kecamatan Prambanan, Gamping, Seyegan, Sleman, dan Minggir,” katanya. (Bettyndira/Riza)