Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Pemerintah Ukraina Telah Menunda Pengiriman Bantuan Rusia Ke Ukraina Timur  Muslim Sunni Dan Syiah Di Indie Bersatu Demi Melawan State Islamic Irak And Levant (isil)  Kuasa Hukum Prabowo Nilai Mk Ingkari Putusan Soal Dpktb  Polisi Tutup Jalur Mk Hingga Putusan Selesai Dibacakan  Sekretariat Dprd Kota Semarang Telah Menyiapkan Anggaran Sekitar Rp 196 Juta Lebih Untuk Melakukan Renovasi Di Gedung Dprd Kota Semarang  3 Unimog Pendukung Prabowo Yang Disita Masih Terparkir Di Kemenkominfo  Presiden Sby Apresiasi Kinerja Tni-polri Yang Jaga Situasi Keamanan Di Mk  6 Orang Pendukung Prabowo Luka Memar Dirawat Di Rspad Dan Rscm  Sriwijaya Air Mendarat Darurat Di Bandara Ahmad Yani Setelah Tabrak Burung Dan Kaca Pilot Retak  Mk: Dalil Prabowo-hatta Memperoleh Nol Suara Di Papua Tidak Terbukti  
Portal Berita > Seputar Jogja
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Terus Sosialisasi Program Stop Babs
Selasa, 29 May 2012 | 07:49 WIB

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman terus Sosialisasi Program Stop BABS

Sleman, www.jogjatv.tv - Sebagai upaya untuk membudidayakan hidup bersih dan sehat di Kabupaten Sleman, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, melakukan pembinaan terhadap Stop buang air besar sembarangan (BABS) dengan mengadakan program pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat(STBM) untuk memberi motivasi langsung kepada masyarakat agar tidak membuang air besar sembarangan, dan segera memiliki jamban sehat. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes pada Selasa (29/5) di Sleman.

Dr. Linda mengatakan, berdasarkan data yang terdapat di program penyehatan lingkungan permukiman Dinas Kesehatan Sleman tahun 2012 menunjukan jumlah KK yang menggunakan jamban sebanyak 217.616 KK dari jumlah keseluruhan 305.543 KK, sehingga presentase penduduk yang menggunakan jamban sehat di Kab. Sleman sebesar 71,22 %.

“Prosentase tersebut sudah di atas target nasional dan target Provinsi DIY, yakni sebesar 67% pada tahun 2011. Dengan demikian dari seluruh KK yang ada masih terdapat 88.240 KK (28,88%) yang belum menggunakan jamban,” terangnya.

Lebih lanjut, Dr. Linda menambahkan untuk mewujudkan Stop BABS, dirinya berupaya untuk meningkatkan akses penggunaan jamban tersebut, dengan melakukan sosialisasi penggunaan jamban yang memenuhi syarat bagi warga masyarakat. Selain itu juga Pemkab Sleman juga memberikan stimulan material untuk pembangunan jamban bagi masyarakat yang tidak mampu.

“Pada tahun 2012 diberikan 80 paket material untuk wilayah Kecamatan Prambanan, Gamping, Seyegan, Sleman, dan Minggir,” katanya. (Bettyndira/Riza)