Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Jumlah Penumpang Di Stasiun Senen Meningkat 100 Persen  Polres Padang Panjang Petakan Daerah Rawan Macet  Bina Marga Jawa Tengah : Kamis (24/7) Besok, Jembatan Comal Siap Diuji Coba  Pemerintah Membuka Penndaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (cpns) Untuk Lintas Jurusan  Satu Ledakan Bom Mobil Bunuh Diri Menghancurkan Sebuah Pos Pemeriksaan Polisi Dan Menewaskan 22 Orang Di Baghdad, Irak  Utusan Palestina Desak Pbb Hentikan Agresi Israel  Kotak Hitam Pesawat Malaysia Airlines Mh17 Yang Jatuh Di Ukraina Timur Telah Dikirimkan Ke Inggris  Menghadapi Arus Mudik Lebaran, Kapolda Diy Bersama Rombongan Pt Kai Daop 6 Yogyakarta Melakukan Pengecekan Lintasan Rel Dari Stasiun Tugu Hingga Stasiun Sentolo, Kulonprogo  Jelang Lebaran, Harga 9 Pokok Di Jogja Stabil  Pt Kai Membuka Pendaftaran Angkutan Motor Gratis Untuk Arus Balik Yang Akan Dilaksanakan Pada 1-5 Agustus Mendatang  H-5, Volume Kendaraan Pemudik Di Pantura Brebes Melonjak  H-5, Sopir Bus Di Terminal Cicaheum, Bandung, Jalani Tes Urine  
Portal Berita >
Pameran Alat Peraga Edukatif Berbahan Limbah
Rabu, 24 November 2010 | 21:26 WIB


Yogyakarta, www.jogjatv.tv - Selama ini limbah  rumah tangga kering hanya dijadikan sebagai sampah dan dibuang begitu saja. Padahal limbah rumah tangga kering dapat dijadikan sebagai alat peraga edukatif yang ramah lingkungan. Hasil pembuatan alat peraga edukatif berbahan limbah ini dapat dilihat di pameran ape berbahan limbah di rumah budaya Tembi  Bantul.

Pameran alat peraga edukatif, ape berbahan limbah kering rumah tangga dibuka oleh kepala bidang pendidikan nonformal dinas pendidikan, pemuda dan olah raga propinsi DIY  Endra Santosa. Pameran yang digelar hingga 30 november mendatang ini menampilkan ratusan hasil karya ape berbahan dasar limbah rumah tangga, seperti kertas bekas, botol bekas, kaleng bekas, serta plastik bekas. Pameran ini digelar sebagai media kempanye penyelamatan bumi dengan daur ulang limbah.

Kedepan pemeran seperti ini akan banyak digelar untuk menambah wawasan siswa sekolah/ serta guru. Selama ini ape banyak dibuat dari bahan yang berharga mahal. Padahal ape dapat dibuat dengan memanfaatkan limbah rumah tangga. Selain lebih ekonomis, ape berbahan limbah juga membantu mengurangi pemanasan global.

 

Anang Zainuddin