Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Pemerintah Provinsi Dki Jakarta Berupaya Menambah Jumlah Ruang Perawatan Khusus Untuk Anak-anak Di Rsud  Tingkat Partisipasi Pemilih Di Surabaya Capai 60 Persen  Seorang Pegawai Honorer Sebuah Instansi Di Boyolali Yang Diduga Menjadi Aktor Itelektual Kasus Jual Beli Kunci Jawaban Un Berhasil Ditangkap Petugas Sat Reskrim Polres Karanganyar  Dinas Peternakan, Pertanian Dan Kelautan (dppk) Kota Pekalongan Terus Mendorong Masyarakat Kota Pekalongan, Terutama Anak-anak Untuk Mengonsumsi Ikan  Komisi Ii Dprd Kota Tegal Mendukung Adanya Revisi Peraturan Daerah (perda) No 3/2010 Tentang Pajak Dan Retribusi Tempat Pelelangan Ikan (tpi)  Kpk: Potensi Kerugian Negara Kasus E-ktp Rp 1,12 Triliun  Sebanyak 5.796 Siswa Smp/mts Di Kulonprogo Siap Ikuti Un  Latihan Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Slamet Ditutup  Sejumlah Pedagang Di Pasar Kutoarjo Mengeluhkan Naiknya Harga Daging Ayam Pedaging  
Portal Berita > Seputar Jogja
Eksistensi Apotek Di Era Sjsn
Jumat, 21 December 2012 | 20:15 WIB

Eksistensi Apotek Di Era SJSN

Yogyakarta, www.jogjatv.tv – Mulai awal 2014, Pemerintah Indonesia akan menjalankan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) secara bertahap. Dengan demikian pada 2019 seluruh masyarakat diharapkan sudah memiliki Jaminan Sosial. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI, Ali Ghufron Mukti, dalam Seminar Nasional dan Talkshow “Eksistensi Apotek Di Era SJSN 2014” Kamis (20/12) sore, di Auditorium MM UGM Yogyakarta. Kegiatan seminar dan talkshow ini diharapkan memberikan masukan-masukan, sehingga bidang farmasi mempunyai konsep apoteker di era SJSN.

Seminar dan talkshow yang diselenggarakan oleh Program Pasca Sarjana Fakultas Farmasi UGM ini, menghadirkan pembicara diantaranya dari Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Maura Linda Sitanggang, dan  Direktur Pusat Pengkajian dan Konsultansi Industri Manajemen dan Pelayanan Farmasi Fakultas Farmasi UGM, Sampurno.

Wamenkes Ali Ghufron mengatakan, pelaksanaan SJSN merupakan kelanjutan dari Sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat yang sudah dibuat pemerintah. Dengan berlakunya SJSN tersebut, diharapkan seluruh warga akan dijamin pelayanan kesehatannya. Pemerintah membayar iuran premi untuk warga miskin, sementara untuk warga pekerja informal yang gajinya tidak tetap, akan ditindak lanjuti kembali.

Sementara itu, untuk menjamin mutu pelayanan kefarmasian di apotek pada era SJSN, dibutuhkan apoteker yang berkompeten, sarana dan prasarana yang memadai, serta sesuai standar. Eksistensi apotek pada era SJSN diantaranya sangat bergantung pada peran apoteker di bidang pengelolaan obat dan alat kesehatan, serta pada pelayanan farmasi klinik.

Ketua Panitia Seminar Nasional dan Talkshow “Eksistensi Apotek Di Era SJSN 2014”, Rifqi Rokhman mengatakan, SJSN yang akan dilaksanakan per 1 Januari 2014 tersebut, menggantikan program-program Jaminan Sosial yang ada sebelumnya salah satunya Askes. (Luh Eka – Wiwit/Riza)