Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Polda Diy Buka Sms Online Pengaduan Masyarakat Di No. Hp 0811 2929 000  Hari Ini Presiden Sby Resmikan Museum Kepresidenan Di Istana Bogor  Polri Dan Tni Di Pamekasan Gelar Operasi Jelang Pelantikan Jokowi  Pihak Majelis Permusyawaratan Rakyat (mpr) Ri Akan Mengadakan Gladi Bersih Pelantikan Jokowi-jk Hari Ini  Pihak Monas Beri Kelonggaran Pawai Rakyat Bisa Sampai Pukul 22.00 Wib  Dinas Perhubungan Dki Jakarta: Rencana Arak-arakan Joko Widodo Pada 20 Oktober Mendatang Tidak Akan Mengganggu Lalu Lintas  Kpk Kembangkan Kasus Century Ke Nama-nama Yang Ikut Disebut Terlibat  Pertemuan Jokowi-prabowo Gairahkan Para Pelaku Pasar  Pemerintah Diminta Tetapkan Erupsi Sinabung Bencana Nasional  Antisipasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Keruk 60 Waduk  Ebola Mewabah, Afrika Barat Terancam Krisis Pangan  Rusia Segera Bangun Penjara Terbesar Di Eropa Yang Tampung 4.000 Narapidana  
Portal Berita > Seputar Jogja
Eksistensi Apotek Di Era Sjsn
Jumat, 21 December 2012 | 07:15 WIB

Eksistensi Apotek Di Era SJSN

Yogyakarta, www.jogjatv.tv – Mulai awal 2014, Pemerintah Indonesia akan menjalankan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) secara bertahap. Dengan demikian pada 2019 seluruh masyarakat diharapkan sudah memiliki Jaminan Sosial. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI, Ali Ghufron Mukti, dalam Seminar Nasional dan Talkshow “Eksistensi Apotek Di Era SJSN 2014” Kamis (20/12) sore, di Auditorium MM UGM Yogyakarta. Kegiatan seminar dan talkshow ini diharapkan memberikan masukan-masukan, sehingga bidang farmasi mempunyai konsep apoteker di era SJSN.

Seminar dan talkshow yang diselenggarakan oleh Program Pasca Sarjana Fakultas Farmasi UGM ini, menghadirkan pembicara diantaranya dari Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Maura Linda Sitanggang, dan  Direktur Pusat Pengkajian dan Konsultansi Industri Manajemen dan Pelayanan Farmasi Fakultas Farmasi UGM, Sampurno.

Wamenkes Ali Ghufron mengatakan, pelaksanaan SJSN merupakan kelanjutan dari Sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat yang sudah dibuat pemerintah. Dengan berlakunya SJSN tersebut, diharapkan seluruh warga akan dijamin pelayanan kesehatannya. Pemerintah membayar iuran premi untuk warga miskin, sementara untuk warga pekerja informal yang gajinya tidak tetap, akan ditindak lanjuti kembali.

Sementara itu, untuk menjamin mutu pelayanan kefarmasian di apotek pada era SJSN, dibutuhkan apoteker yang berkompeten, sarana dan prasarana yang memadai, serta sesuai standar. Eksistensi apotek pada era SJSN diantaranya sangat bergantung pada peran apoteker di bidang pengelolaan obat dan alat kesehatan, serta pada pelayanan farmasi klinik.

Ketua Panitia Seminar Nasional dan Talkshow “Eksistensi Apotek Di Era SJSN 2014”, Rifqi Rokhman mengatakan, SJSN yang akan dilaksanakan per 1 Januari 2014 tersebut, menggantikan program-program Jaminan Sosial yang ada sebelumnya salah satunya Askes. (Luh Eka – Wiwit/Riza)