Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Penghapusan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara Sebagai Salah Satu Alat Kelengkapan Dpr Dalam Uu No 17 Tahun 2014 Tentang Mpr, Dpr, Dpd, Dan Dprd Disesalkan Sejumlah Anggota Bakn  Komisi Ii Dpr Rekomendasikan Pembentukan Pansus Pilpres  Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Edi Saputra Hasibuan Mendata Bahwa Tingkat Keluhan Masyarakat Terhadap Pelayanan Polisi Paling Tinggi Di Satuan Wilayah Metro Jaya, Jakarta  Basuki Tjahaja Purnama Mengatakan Jumlah Pedagang Kaki Lima Harus Dikontrol Dan Didata  Kadishub Dki Jakarta M Akbar: Penyebab Bus Yutong Terbakar Akan Dibeberkan Pekan Ini  Polda Metro Jaya Menangkap 15 Orang Yang Diduga Melakukan Pencurian Air Dan Penguasaan Sumber Air Secara Ilegal  Beri Izin Tambang Semen Di Rembang, Gubernur Jateng Digugat  2 Polisi Kalbar Tak Bawa Narkoba Saat Ditangkap Di Malaysia  "negeri Laskar Pelangi" Tak Pernah Sepi Dikunjungi Wisatawan, Belitung  Pakar Uav Dunia Tawarkan "drone" Garuda Khusus Untuk Indonesia  
Portal Berita > Seputar Jogja
Eksistensi Apotek Di Era Sjsn
Jumat, 21 December 2012 | 07:15 WIB

Eksistensi Apotek Di Era SJSN

Yogyakarta, www.jogjatv.tv – Mulai awal 2014, Pemerintah Indonesia akan menjalankan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) secara bertahap. Dengan demikian pada 2019 seluruh masyarakat diharapkan sudah memiliki Jaminan Sosial. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI, Ali Ghufron Mukti, dalam Seminar Nasional dan Talkshow “Eksistensi Apotek Di Era SJSN 2014” Kamis (20/12) sore, di Auditorium MM UGM Yogyakarta. Kegiatan seminar dan talkshow ini diharapkan memberikan masukan-masukan, sehingga bidang farmasi mempunyai konsep apoteker di era SJSN.

Seminar dan talkshow yang diselenggarakan oleh Program Pasca Sarjana Fakultas Farmasi UGM ini, menghadirkan pembicara diantaranya dari Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Maura Linda Sitanggang, dan  Direktur Pusat Pengkajian dan Konsultansi Industri Manajemen dan Pelayanan Farmasi Fakultas Farmasi UGM, Sampurno.

Wamenkes Ali Ghufron mengatakan, pelaksanaan SJSN merupakan kelanjutan dari Sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat yang sudah dibuat pemerintah. Dengan berlakunya SJSN tersebut, diharapkan seluruh warga akan dijamin pelayanan kesehatannya. Pemerintah membayar iuran premi untuk warga miskin, sementara untuk warga pekerja informal yang gajinya tidak tetap, akan ditindak lanjuti kembali.

Sementara itu, untuk menjamin mutu pelayanan kefarmasian di apotek pada era SJSN, dibutuhkan apoteker yang berkompeten, sarana dan prasarana yang memadai, serta sesuai standar. Eksistensi apotek pada era SJSN diantaranya sangat bergantung pada peran apoteker di bidang pengelolaan obat dan alat kesehatan, serta pada pelayanan farmasi klinik.

Ketua Panitia Seminar Nasional dan Talkshow “Eksistensi Apotek Di Era SJSN 2014”, Rifqi Rokhman mengatakan, SJSN yang akan dilaksanakan per 1 Januari 2014 tersebut, menggantikan program-program Jaminan Sosial yang ada sebelumnya salah satunya Askes. (Luh Eka – Wiwit/Riza)