Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Bareskrim Polri Belum Jadwalkan Pemanggilan Bambang Widjojanto  Ratusan Minimarket Di Bekasi Tak Berizin  Rencana Pemprov Dki Bangun Waduk Masih Terkendala Pembebasan Tanah  Turki Buka Tempat Pengungsian Terbesar Untuk 35 Ribu Pengungsi  Kontras Minta Komnas Ham Panggil Kabareskrim Dan Plt Kapolri  Kejakgung Terima Surat Dimulainya Penyidikan Bw  Mui Minta Pemerintah Tertibkan Peminta Amal Di Jalan-jalan  Tarif Bus Kota Di Yogya Turun Rp 400  Kementan Jamin Apel Impor Yang Masuk Indonesia Aman  Es Di Antartika Meleleh, Permukaan Air Laut Berpotensi Naik 6 Meter  Bantuan Korban Bencana Banjarnegara Terkumpul Rp 9 Miliar  Di Bengkulu Terdapat 152.000 Hewan Penular Rabies  
Portal Berita > Seputar Jogja
Eksistensi Apotek Di Era Sjsn
Jumat, 21 December 2012 | 07:15 WIB

Eksistensi Apotek Di Era SJSN

Yogyakarta, www.jogjatv.tv – Mulai awal 2014, Pemerintah Indonesia akan menjalankan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) secara bertahap. Dengan demikian pada 2019 seluruh masyarakat diharapkan sudah memiliki Jaminan Sosial. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI, Ali Ghufron Mukti, dalam Seminar Nasional dan Talkshow “Eksistensi Apotek Di Era SJSN 2014” Kamis (20/12) sore, di Auditorium MM UGM Yogyakarta. Kegiatan seminar dan talkshow ini diharapkan memberikan masukan-masukan, sehingga bidang farmasi mempunyai konsep apoteker di era SJSN.

Seminar dan talkshow yang diselenggarakan oleh Program Pasca Sarjana Fakultas Farmasi UGM ini, menghadirkan pembicara diantaranya dari Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Maura Linda Sitanggang, dan  Direktur Pusat Pengkajian dan Konsultansi Industri Manajemen dan Pelayanan Farmasi Fakultas Farmasi UGM, Sampurno.

Wamenkes Ali Ghufron mengatakan, pelaksanaan SJSN merupakan kelanjutan dari Sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat yang sudah dibuat pemerintah. Dengan berlakunya SJSN tersebut, diharapkan seluruh warga akan dijamin pelayanan kesehatannya. Pemerintah membayar iuran premi untuk warga miskin, sementara untuk warga pekerja informal yang gajinya tidak tetap, akan ditindak lanjuti kembali.

Sementara itu, untuk menjamin mutu pelayanan kefarmasian di apotek pada era SJSN, dibutuhkan apoteker yang berkompeten, sarana dan prasarana yang memadai, serta sesuai standar. Eksistensi apotek pada era SJSN diantaranya sangat bergantung pada peran apoteker di bidang pengelolaan obat dan alat kesehatan, serta pada pelayanan farmasi klinik.

Ketua Panitia Seminar Nasional dan Talkshow “Eksistensi Apotek Di Era SJSN 2014”, Rifqi Rokhman mengatakan, SJSN yang akan dilaksanakan per 1 Januari 2014 tersebut, menggantikan program-program Jaminan Sosial yang ada sebelumnya salah satunya Askes. (Luh Eka – Wiwit/Riza)