Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Eko Putro Sandjojo: : Pkb Menyiapkan Lebih Dari 4 Kader Untuk Kabinet Jokowi-jk  Sekjen Gerindra Beri Pembekalan 73 Anggota Dpr Terpilih  Harga Cabai Di Bengkulu Merangkak Naik  Batu Akik Lafal "muhammad" Milik Seorang Warga Yogya Dibanderol Rp 2,5 M  Isis Serukan Pembunuhan Terhadap Warga Australia  Petugas Pemadam Kebakaran Di Jakarta Masih Minim  Pemprov Dki Jakarta Akan Membuat Peraturan Untuk Melarang Pemotongan Unggas Secara Liar  Anggota Komisi Iii Dpr Minta Petinggi Tni-polri Segera Redakan Konflik  Oknum Satpol Pp Kota Bekasi Dilaporkan Paksa Sepasang Remaja Berbuat Mesum Lalu Direkam  Buku Paket Belum Tiba, Penerapan Kurikulum 2013 Di Kaltim Tak Optimal  Kapolda Kepri: Bentrok Tni Vs Polri Di Batam Dipicu Penggerebekan Gudang Bbm Ilegal  
Portal Berita > Seputar Jogja
Eksistensi Apotek Di Era Sjsn
Jumat, 21 December 2012 | 07:15 WIB

Eksistensi Apotek Di Era SJSN

Yogyakarta, www.jogjatv.tv – Mulai awal 2014, Pemerintah Indonesia akan menjalankan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) secara bertahap. Dengan demikian pada 2019 seluruh masyarakat diharapkan sudah memiliki Jaminan Sosial. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI, Ali Ghufron Mukti, dalam Seminar Nasional dan Talkshow “Eksistensi Apotek Di Era SJSN 2014” Kamis (20/12) sore, di Auditorium MM UGM Yogyakarta. Kegiatan seminar dan talkshow ini diharapkan memberikan masukan-masukan, sehingga bidang farmasi mempunyai konsep apoteker di era SJSN.

Seminar dan talkshow yang diselenggarakan oleh Program Pasca Sarjana Fakultas Farmasi UGM ini, menghadirkan pembicara diantaranya dari Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Maura Linda Sitanggang, dan  Direktur Pusat Pengkajian dan Konsultansi Industri Manajemen dan Pelayanan Farmasi Fakultas Farmasi UGM, Sampurno.

Wamenkes Ali Ghufron mengatakan, pelaksanaan SJSN merupakan kelanjutan dari Sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat yang sudah dibuat pemerintah. Dengan berlakunya SJSN tersebut, diharapkan seluruh warga akan dijamin pelayanan kesehatannya. Pemerintah membayar iuran premi untuk warga miskin, sementara untuk warga pekerja informal yang gajinya tidak tetap, akan ditindak lanjuti kembali.

Sementara itu, untuk menjamin mutu pelayanan kefarmasian di apotek pada era SJSN, dibutuhkan apoteker yang berkompeten, sarana dan prasarana yang memadai, serta sesuai standar. Eksistensi apotek pada era SJSN diantaranya sangat bergantung pada peran apoteker di bidang pengelolaan obat dan alat kesehatan, serta pada pelayanan farmasi klinik.

Ketua Panitia Seminar Nasional dan Talkshow “Eksistensi Apotek Di Era SJSN 2014”, Rifqi Rokhman mengatakan, SJSN yang akan dilaksanakan per 1 Januari 2014 tersebut, menggantikan program-program Jaminan Sosial yang ada sebelumnya salah satunya Askes. (Luh Eka – Wiwit/Riza)