Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Menkeu Berkilah Tak Hanya Rupiah Yang Melemah  Agun Gunanjar Tantang Kpk Menangkap Dirinya Jika Terima Uang Terkait Dob  Ray Rangkuti Menilai, Sikap Presiden Sby Yang Mengungkapkan Kekecewaannya Atas Uu Pilkada Kepada Ketua Mk Hamdan Zoelva Kurang Tepat  Sby Sebagai Presiden Seharusnya Sampaikan Pernyataan Politik Menolak Uu Pilkada  Rencana Ahok Sengaja Pasang Tarif Mahal Di Parkir Meter, Jakarta  Diimingi Dollar, Warga Pasar Minggu Tertipu Rp 2 Miliar, Jakarta  Dahlan Iskan: Meski Kecil, Bandara Husein Sastranegara Tetap "cabe Rawit"   Dahlan Iskan Mengaku Telah Menyerahkan Tanggung Jawab Penuh Renovasi Bandara, Terutama Dalam Konsep Desainnya Kepada Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil  Indonesia Coffee Festival 2014 Angkat Kehidupan Petani Kopi  Maria Londa Persembahkan Emas Ketiga Untuk Indonesia, Incheon  50 Penari Indonesia Semarakkan Upacara Penutupan Asian Games 2014  
Portal Berita > Seputar Jogja
Bintek Lpj Dana Bantuan Parpol
Rabu, 20 February 2013 | 05:54 WIB

Bintek LPJ Dana Bantuan Parpol

Yogyakarta, www.jogjatv.tv – Menyusul adanya dana bantuan bagi parpol yang mengikuti pemilu 2014, Badan  Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbanglinmas) DIY memandang perlu adanya kesamaan persepsi dalam penyaluran dan penggunaan dana parpol. Oleh karena itu, Rabu (20/2), Bakesbanglinmas DIY menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Parpol. Acara yang  dikuti oleh 30 orang perwakilan dari 10 parpol tersebut digelar  di kantor Kesbanglinmas, dan dibuka oleh Kabid  Kesbanglinmas DIY, Rusdyanto, mewakili Kepala Kesbanglinmas.

Kabid Kesbanglinmas DIY, Rusdiyanto, mengatakan, pengurus parpol diwajibkan untuk membuat laporan pertanggungjawaban atas penerimaan dan pengeluaran keuangan yang bersumber dari dana bantuan parpol. Selain itu, parpol juga wajib melaksanakan pembukuan dan memelihara buku penerimaan dan pengeluaran atas dana bantuan  keuangan untuk operasional kegiatan pemilu, sesuai dengan  PP nomor. 83 tahun 2012 tentang perubahan atas PP nomor 5 tahun 2009 tentang Bantuan kepada Partai Politik.

Nasiran, petugas dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset DIY, yang berlaku sebagai narasumber dalam bintek tersebut, mengungkapkan, bantuan  keuangan bagi parpol digunakan sebagai dana penunjang kegiatan pendidikan politik dan operasional sekretariat partai politik. Kegiatan pendidikan adalah kegiatan yang meliputi peningkatan kesadaran, partisipasi  politik serta peningkatan  kemandirian untuk membangun karakter bangsa. Sedang kegiatan operasional kesekretariatan partai politik meliputi administrasi umum, pemeliharaan data dan arsip, penggalangan dana dan jasa, serta  pemeliharaan peralatan kantor. (Nadi Mulyadi/Riza)