Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Para Nelayan Dan Wisatawan Yang Berada Di Kawasan Pantai Selatan Jawa Diimbau Waspada Terhadap Gelombang Tinggi Yang Diperkirakan Bisa Mencapai 4,5 Meter  Sepasang Suami Istri Asal Kediri, Jawa Timur, Tewas Setelah Terseret Aliran Lahar Hujan Saat Melintasi Sungai Di Wilayah Dusun Setempat, Rabu (16/4/2014)  Disperindagkop Dan Umkm Kota Pekalongan Akan Merehabilitasi Pasar Anyar  Kpu Kabupaten Klaten Menyiapkan Angkringan Untuk Menghadapi Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu  Kpu Kabupaten Sleman Menyelenggarakan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Umum Dpr, Dpd, Dprd Provinsi Dan Dprd Kabupaten Tahun 2014  Sebanyak 8.000 Masker Dibagikan Ke Warga Dan Sekolah Di Lereng Gunung Merapi Kecamatan Kemalang  8 Provinsi Kembali Terancam Mengalami Kebakaran Hutan Dan Lahan Yang Dipicu Fenomena El Nino Sedang   
Portal Berita > Seputar Jogja
Tiga Belas Kepala Sekolah Luar Biasa Se Diy Di Ambil Sumpahnya
Kamis, 19 July 2012 | 20:11 WIB

Tiga Belas Kepala Sekolah Luar Biasa Se DIY Di Ambil Sumpahnya

Yogyakarta, www.jogjatv.tv –Kepala Sekolah Luar Biasa harus terus menerus melakukan inovasi , agar para peserta didik semakin banyak memperoleh pendidikan yang berorientasi pada kecakapan hidup ( life skill) , yang dapat membuat mereka hidup mandiri, mampu berkatifitas dan bekerja layaklnya orang normal pada umunya.

Harapan demikian disampaikan Asisten  Adminstrasi Umum Setda Provinsi DIY Drs.H.Sigit Saptoraharjo.MM ketika melantik dan mengambil sumpah 13 Kepala  Sekolah  Luar Biasa  tadi pagi (Kamis, 18/7) di Bangsal Wiyotoprojo,Kepatihan Yogyakarta.

Ketiga belas kepala Sekolah Luar Biasa yang dilantik tesebut diantaranya Martina Tri Wantini.S.Pd yang semula menjabat Kepala Sekolah Luar Biasa negeri 2 Bantu dilantik kembali menjadi Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Bantul, Sarwiasih yang semula menjadi  Kepala SLB Marsudi Rini II Pandak Bantul, dilantik menjadi Kepala SLB Negeri 2 Yogyakarta, Dwi Hidayat.SIP Kepala SLB Negeri bantul di rolling menjadi Kepala SLB Marsudi Putra II Pandak, Bantul, Ambarsih,S.Pd Guru Pembina SLB Yaketunis promosi dilantik menjadi Kepala Sekolah Yakentunis, Yogyakarta, Wuryanto,S.Pd  yang semula  Guru Desa SLB Bhakti Putra Ngawis,Gunungkidul promosi dilantik menjadi Kepala SLB  Purworaharjo,Gunungkidul, Sri Andarini Prapti,S.Pd, Guru Dewasa SLB Negeri Pembina Yogyakarta promosi jabatan menjadi kepala SLB Tunas Bhakti Pleret,Bantul. Ngatna,S.Pd Kepala SL Bhakti Kencana I Sleman Mutasi menjadi Kepala SLB Bhakti Pertiwi Prambanan Sleman. Sutomo,S.Pd yang semula menjadi Kepala  SLB PGRI,Trimulyo,Jetis Bantul mutasi menjadi kepala SLBBhakti Kencana 1 Sleman. Siti Asngadah,S.Pd yang semula  menjadi kepala Sekolah luar Biasa Bhakti Pertiwi Prambanan Sleman dilantik kembali menjadi Kepala SLB PGRI Trimulyo,Jetis Bantul. Drs.Mkharom yang semula menjadi Kepala SLB PGRI Nanggulan ,Kulonprogo mutasi  menjadi Kepala SLB Rela Bhakti 2 Wates,Kulonprogo.daldiri.S.Pd semula Kepala Sekolah Luar Biasa Rela Bhakti 2 Triharjo,Wates,mutasi ke SLB PGRI Nanggulan,Kulonprogo.Muh Basuni.M.Pd semula kelapa SLB Tunas Bhakti Plered Bantul mutasi ke SLB Negeri 2 Bantul dan tantan Rustandi,S.Pd yang semula Kepala SLB Negeri 2 bantul mutasi ke SLB Negeri 1 Yogyakarta pada Diinas Pendidikan ,Pemuda dan Olahrga Provinsi DIY.

Asisten  Adminstrasi Umum Setda Provinsi DIY Drs.H.Sigit Saptoraharjo.MM menyatakan bahwa selaku kepala  sekolah memikliki tanggunghjawab dalam meningkatkan pembinaan personil dan profesionalitas guru yang mengacu pada Permendiknas Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar  Kualifikasi Akademik dan Koempetensi Guru. Oleh karena itu guru haruslah memiliki 4  kompetensi utama yaitu kompetensi pedagogic, kepribadian, Sosial dan professional.

Disamping itu  tandas Sigit Saptorahardjo  Kepala sekolah harus dapat menggerakkankan  bersama para guru  dalam  menghadapi tantangan tiap harinya yang pada umumnya tantangan yang dihadapi terkait dengan kesabaran serta dapat memahami karakter anak-anak yang secara psikologis berbeda dengan anak-anak lain yang bersekolah di sekolah umum.(Amri)