Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Polda Diy Buka Sms Online Pengaduan Masyarakat Di No. Hp 0811 2929 000  Pemerintah Daerah Diy Melalui Dinas Pertanian Tetap Menjamin Produksi Padi Diy Sepanjang 2014 Aman Meskipun Musim Kemarau Masih Terjadi  Seorang Suporter Tewas Saat Kerusuhan Terjadi Seusai Laga Persis Solo Kontra Martapura Fc Di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/10/2014)  Warga Masyarakat Di Wilayah Kecamatan Bener, Purworejo Dan Sekitarnya Yang Berbatasan Dengan Wonosobo Semakin Resah Dan Geram Akibat Seringnya Terjadi Penjarahan Kayu  Wakil Presiden Jusuf Kalla: Seleksi Menteri Kali Ini Sama Dengan 10 Tahun Lalu  Mulai Hari Ini, Pemulangan Jamaah Haji Gelombang Dua Ke Tanah Air  Aktivitas Meningkat, Status Gunung Api Bromo Masih Waspada  Sembilan Kecamatan Di Temanggung Krisis Air Bersih  Kpk Periksa Delapan Saksi Dugaan Suap Gubernur Riau  2,6 Juta Warga Lampung Belum Miliki E-ktp  
Portal Berita > Seputar Jogja
Tiga Belas Kepala Sekolah Luar Biasa Se Diy Di Ambil Sumpahnya
Kamis, 19 July 2012 | 08:11 WIB

Tiga Belas Kepala Sekolah Luar Biasa Se DIY Di Ambil Sumpahnya

Yogyakarta, www.jogjatv.tv –Kepala Sekolah Luar Biasa harus terus menerus melakukan inovasi , agar para peserta didik semakin banyak memperoleh pendidikan yang berorientasi pada kecakapan hidup ( life skill) , yang dapat membuat mereka hidup mandiri, mampu berkatifitas dan bekerja layaklnya orang normal pada umunya.

Harapan demikian disampaikan Asisten  Adminstrasi Umum Setda Provinsi DIY Drs.H.Sigit Saptoraharjo.MM ketika melantik dan mengambil sumpah 13 Kepala  Sekolah  Luar Biasa  tadi pagi (Kamis, 18/7) di Bangsal Wiyotoprojo,Kepatihan Yogyakarta.

Ketiga belas kepala Sekolah Luar Biasa yang dilantik tesebut diantaranya Martina Tri Wantini.S.Pd yang semula menjabat Kepala Sekolah Luar Biasa negeri 2 Bantu dilantik kembali menjadi Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Bantul, Sarwiasih yang semula menjadi  Kepala SLB Marsudi Rini II Pandak Bantul, dilantik menjadi Kepala SLB Negeri 2 Yogyakarta, Dwi Hidayat.SIP Kepala SLB Negeri bantul di rolling menjadi Kepala SLB Marsudi Putra II Pandak, Bantul, Ambarsih,S.Pd Guru Pembina SLB Yaketunis promosi dilantik menjadi Kepala Sekolah Yakentunis, Yogyakarta, Wuryanto,S.Pd  yang semula  Guru Desa SLB Bhakti Putra Ngawis,Gunungkidul promosi dilantik menjadi Kepala SLB  Purworaharjo,Gunungkidul, Sri Andarini Prapti,S.Pd, Guru Dewasa SLB Negeri Pembina Yogyakarta promosi jabatan menjadi kepala SLB Tunas Bhakti Pleret,Bantul. Ngatna,S.Pd Kepala SL Bhakti Kencana I Sleman Mutasi menjadi Kepala SLB Bhakti Pertiwi Prambanan Sleman. Sutomo,S.Pd yang semula menjadi Kepala  SLB PGRI,Trimulyo,Jetis Bantul mutasi menjadi kepala SLBBhakti Kencana 1 Sleman. Siti Asngadah,S.Pd yang semula  menjadi kepala Sekolah luar Biasa Bhakti Pertiwi Prambanan Sleman dilantik kembali menjadi Kepala SLB PGRI Trimulyo,Jetis Bantul. Drs.Mkharom yang semula menjadi Kepala SLB PGRI Nanggulan ,Kulonprogo mutasi  menjadi Kepala SLB Rela Bhakti 2 Wates,Kulonprogo.daldiri.S.Pd semula Kepala Sekolah Luar Biasa Rela Bhakti 2 Triharjo,Wates,mutasi ke SLB PGRI Nanggulan,Kulonprogo.Muh Basuni.M.Pd semula kelapa SLB Tunas Bhakti Plered Bantul mutasi ke SLB Negeri 2 Bantul dan tantan Rustandi,S.Pd yang semula Kepala SLB Negeri 2 bantul mutasi ke SLB Negeri 1 Yogyakarta pada Diinas Pendidikan ,Pemuda dan Olahrga Provinsi DIY.

Asisten  Adminstrasi Umum Setda Provinsi DIY Drs.H.Sigit Saptoraharjo.MM menyatakan bahwa selaku kepala  sekolah memikliki tanggunghjawab dalam meningkatkan pembinaan personil dan profesionalitas guru yang mengacu pada Permendiknas Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar  Kualifikasi Akademik dan Koempetensi Guru. Oleh karena itu guru haruslah memiliki 4  kompetensi utama yaitu kompetensi pedagogic, kepribadian, Sosial dan professional.

Disamping itu  tandas Sigit Saptorahardjo  Kepala sekolah harus dapat menggerakkankan  bersama para guru  dalam  menghadapi tantangan tiap harinya yang pada umumnya tantangan yang dihadapi terkait dengan kesabaran serta dapat memahami karakter anak-anak yang secara psikologis berbeda dengan anak-anak lain yang bersekolah di sekolah umum.(Amri)