Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Jumlah Penumpang Di Stasiun Senen Meningkat 100 Persen  Polres Padang Panjang Petakan Daerah Rawan Macet  Bina Marga Jawa Tengah : Kamis (24/7) Besok, Jembatan Comal Siap Diuji Coba  Pemerintah Membuka Penndaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (cpns) Untuk Lintas Jurusan  Satu Ledakan Bom Mobil Bunuh Diri Menghancurkan Sebuah Pos Pemeriksaan Polisi Dan Menewaskan 22 Orang Di Baghdad, Irak  Utusan Palestina Desak Pbb Hentikan Agresi Israel  Kotak Hitam Pesawat Malaysia Airlines Mh17 Yang Jatuh Di Ukraina Timur Telah Dikirimkan Ke Inggris  Menghadapi Arus Mudik Lebaran, Kapolda Diy Bersama Rombongan Pt Kai Daop 6 Yogyakarta Melakukan Pengecekan Lintasan Rel Dari Stasiun Tugu Hingga Stasiun Sentolo, Kulonprogo  Jelang Lebaran, Harga 9 Pokok Di Jogja Stabil  Pt Kai Membuka Pendaftaran Angkutan Motor Gratis Untuk Arus Balik Yang Akan Dilaksanakan Pada 1-5 Agustus Mendatang  H-5, Volume Kendaraan Pemudik Di Pantura Brebes Melonjak  H-5, Sopir Bus Di Terminal Cicaheum, Bandung, Jalani Tes Urine  
Portal Berita > Seputar Jogja
Peran Perempuan Dalam Politik
Senin, 16 April 2012 | 08:45 WIB

Peran Perempuan dalam Politik

Yogyakarta, www.jogjatv.tv – Semakin besarnya peran perempuan dalam kancah perpolitikan di Indonesia mendorong Badan Kesatuan dan Perlindungan Masyarakat Provinsi DIY menggelar focus group discussion bertajuk “Fasilitas Pengembangan Politik bagi Kaum Perempuan”, dengan menghadirkan anggota DPRD Provinsi DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Widi Pratomo, dan Ketua Pusat Studi Wanita UGM, Sri Joharwinarlin. Sri Joharwinarlin menjelaskan bahwa peran perempuan dalam kancah perpolitikan di Indonesia harus di lihat secara proporsional. Perempuan sebaiknya juga memiliki komitmen dan kemampuan yang cukup ketika ingin tampil di kancah perpolitikan.

Acara yang diikuti oleh ketua dari berbagai organisasi masyarakat yang ada di Provinsi Yogyakarta ini bertujuan untuk memberikan pendidikan politik bagi kaum perempuan, sehingga di harapkan kaum perempuan mengetahui hak dan kewajibannya, dan memiliki tanggung jawab  untuk terlibat dalam kancah politik formal. (Fauzan Ahmad/Riza)