Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Polda Diy Buka Sms Online Pengaduan Masyarakat Di No. Hp 0811 2929 000  Pemerintah Daerah Diy Melalui Dinas Pertanian Tetap Menjamin Produksi Padi Diy Sepanjang 2014 Aman Meskipun Musim Kemarau Masih Terjadi  Seorang Suporter Tewas Saat Kerusuhan Terjadi Seusai Laga Persis Solo Kontra Martapura Fc Di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/10/2014)  Warga Masyarakat Di Wilayah Kecamatan Bener, Purworejo Dan Sekitarnya Yang Berbatasan Dengan Wonosobo Semakin Resah Dan Geram Akibat Seringnya Terjadi Penjarahan Kayu  Wakil Presiden Jusuf Kalla: Seleksi Menteri Kali Ini Sama Dengan 10 Tahun Lalu  Mulai Hari Ini, Pemulangan Jamaah Haji Gelombang Dua Ke Tanah Air  Aktivitas Meningkat, Status Gunung Api Bromo Masih Waspada  Sembilan Kecamatan Di Temanggung Krisis Air Bersih  Kpk Periksa Delapan Saksi Dugaan Suap Gubernur Riau  2,6 Juta Warga Lampung Belum Miliki E-ktp  
Portal Berita > Seputar Jogja
Peran Perempuan Dalam Politik
Senin, 16 April 2012 | 08:45 WIB

Peran Perempuan dalam Politik

Yogyakarta, www.jogjatv.tv – Semakin besarnya peran perempuan dalam kancah perpolitikan di Indonesia mendorong Badan Kesatuan dan Perlindungan Masyarakat Provinsi DIY menggelar focus group discussion bertajuk “Fasilitas Pengembangan Politik bagi Kaum Perempuan”, dengan menghadirkan anggota DPRD Provinsi DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Widi Pratomo, dan Ketua Pusat Studi Wanita UGM, Sri Joharwinarlin. Sri Joharwinarlin menjelaskan bahwa peran perempuan dalam kancah perpolitikan di Indonesia harus di lihat secara proporsional. Perempuan sebaiknya juga memiliki komitmen dan kemampuan yang cukup ketika ingin tampil di kancah perpolitikan.

Acara yang diikuti oleh ketua dari berbagai organisasi masyarakat yang ada di Provinsi Yogyakarta ini bertujuan untuk memberikan pendidikan politik bagi kaum perempuan, sehingga di harapkan kaum perempuan mengetahui hak dan kewajibannya, dan memiliki tanggung jawab  untuk terlibat dalam kancah politik formal. (Fauzan Ahmad/Riza)