Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Jelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Harga Kebutuhan Pokok Di Pasar Tradisional Temanggung Semakin Meningkat  Disbudpar Gunungkidul Mentargetkan Kunjungan Wisatawan Selama Libur Lebaran Mencapai 300 Ribu Pengunjung  Dua Rumah Sakit (rs) Swasta Di Yogyakarta Yakni Rs Bethesda Dan Rs Panti Rapih Tetap Melayani Pasien Selama Libur Lebaran 2014  Gudang Kapas Pt Agung Kuncoro Textile, Jalan Solo-sragen Km 91 Terbakar, Jumat (25/07/2014)  Puncak Kedatangan Pemudik Diperkirakan Terjadi Pada H-2 Lebaran  100.000 Kendaraan Lintasi Tol Jakarta-cikampek Pada Kamis (24/7) Dan Jumat (25/7)  Wanita Korban Tabrakan Speedboat Di Sofifi Ditemukan Tewas  Memasuki H-3 Idul Fitri Arus Lalu Lintas Jalur Selatan Nagreg Dari Gerbang Tol Cileunyi Mengarah Ke Kabupaten Tasikmalaya Padat  Jelang Lebaran, Stok Daging Sapi Dan Daging Ayam Di Pasaran Kabupaten Sukabumi Masih Aman  Puncak Arus Mudik Yang Melewati Jalan Tol Palimanan-kanci (palikanci), Cirebon Diperkirakan Akan Terjadi Pada Jumat (25/7) Malam  Antrean Panjang Kendaraan Pemudik Terjadi Dari Arah Jakarta Menuju Gerbang Tol Cikampek  
Portal Berita > Seputar Jogja
Kopile, Sensasi Kopi Kedelai Tanpa Kafein
Kamis, 13 June 2013 | 08:26 WIB

Kopile, Sensasi Kopi Kedelai Tanpa Kafein

Bantul, www.jogjatv.tv – Sudah menjadi rahasia umum bahwa kafein dalam kopi merupakan zat yang kurang baik untuk dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka panjang. Karena itu, dewasa ini banyak terdapat kopi tanpa kafein, atau decaf. Belum lama ini, di Bantul, tengah dikembangkan sejenis minuman dengan citarasa kopi, namun tanpa kafein. Minuman ini terbuat tidak dari bijih kopi, tetapi dari kedelai.

Kreasi dan inovasi adalah jalan menuju sebuah kesuksesan. Filosofi tersebut yang diyakini oleh Wahyu Prasetya Hadi, warga Grujukan, Bantul. Berbekal pengalaman membuat kopi tradisional di Lampung, ia berniat mengembangkan produksi kopi olahan tradisional di bantul. Namun sulitnya mendapatkan bijih kopi sempat membuat niatnya urung. Ia kemudian mencoba mengolah kedelai putih menjadi serbuk kopi . Dan tanpa disangka hasilnya cukup membanggakan. Setelah mendapat tanggapan positif dari tetangga sekitar, Wahyu kemudian kemudian memberanikan diri untuk membuat kopi kedelai dalam kemasan dan menitipkannya ke warung-warung.

Cara pembuatan kopile sama persis dengan membuat kopi secara tradisional . Kedelai putih yang telah dicuci kemudian ditiriskan hingga kering , setelah itu kedelai disangrai sambil diaduk pelan pelan selama 30 menit, hingga warnanya berubah kecoklatan . Kedelai yang telah masak ini kemudian didinginkan beberapa saat sebelum di blender . Blender digunakan untuk mengganti sistem penumbukan manual . Hasilnya kemudian diayak dengan ayakan halus dan dicampurkan dengan gula pasir. Kopile pun siap diseduh dengan air panas dan dinikmati.

Wahyu mengaku, hingga saat ini kopile yang dirintis sejak tiga bulan lalu baru dipasarkan di warung-warung di sekitar tempat tinggalnya saja. Ia mengaku masih mencoba mecari komposisi yang tepat agar kopi kedelainya bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat. Selain itu ia juga masih mengurus ijin produksi makanan olahan di Dinas Kesehatan Bantul, sehingga belum berani menjual kopile secara luas.

(Anang Zainuddin/Rz)