Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Politisi Demokrat Yakin Perppu Pilkada Langsung Akan Diterima Dpr  Pan Terima Komunikasi Kubu Jokowi-jk, Tetapi Tak Akan Bergabung  Pdi-p Keluhkan Manuver Demokrat Yang Berubah Sikap Soal Pemilihan Pimpinan Dpr  Dilantik Jadi Anggota Dpd, Aceng Fikri Boyong 50 Orang Keluarganya Ke Gedung Dpr  Tertibkan Penjual Hewan Kurban Di Jalan, Dki Akan "gunakan" Spg Cantik  Jabar Akan Dirikan Masjid Terapung Dengan Arsitek Ridwan Kamil  Izinkan Pos Polisi Didirikan Di Atas Trotoar, Wali Kota Semarang Digugat  Jerinx Penabuh Drum Superman Is Dead, Tak Lelah Menyuarakan Penolakan Rencana Reklamasi Di Teluk Benoa, Bali  Kabut Asap Yang Sangat Pekat Terus Menyelimuti Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah  Warnet Di Gowa Dirampok Belasan Orang, Satu Pengunjung Ditikam, Sulawesi Selatan  Protes Ribuan Pekerja Freeport Blokade Jalan Tambang, Jayapura  Bank Mandiri Tunjuk Rohan Hafas Sebagai "corporate Secretary"  Impor Mobil Dari Thailand Sebabkan Ri Defisit 465 Juta Dollar As  
Portal Berita > Seputar Jogja
Kopile, Sensasi Kopi Kedelai Tanpa Kafein
Kamis, 13 June 2013 | 08:26 WIB

Kopile, Sensasi Kopi Kedelai Tanpa Kafein

Bantul, www.jogjatv.tv – Sudah menjadi rahasia umum bahwa kafein dalam kopi merupakan zat yang kurang baik untuk dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka panjang. Karena itu, dewasa ini banyak terdapat kopi tanpa kafein, atau decaf. Belum lama ini, di Bantul, tengah dikembangkan sejenis minuman dengan citarasa kopi, namun tanpa kafein. Minuman ini terbuat tidak dari bijih kopi, tetapi dari kedelai.

Kreasi dan inovasi adalah jalan menuju sebuah kesuksesan. Filosofi tersebut yang diyakini oleh Wahyu Prasetya Hadi, warga Grujukan, Bantul. Berbekal pengalaman membuat kopi tradisional di Lampung, ia berniat mengembangkan produksi kopi olahan tradisional di bantul. Namun sulitnya mendapatkan bijih kopi sempat membuat niatnya urung. Ia kemudian mencoba mengolah kedelai putih menjadi serbuk kopi . Dan tanpa disangka hasilnya cukup membanggakan. Setelah mendapat tanggapan positif dari tetangga sekitar, Wahyu kemudian kemudian memberanikan diri untuk membuat kopi kedelai dalam kemasan dan menitipkannya ke warung-warung.

Cara pembuatan kopile sama persis dengan membuat kopi secara tradisional . Kedelai putih yang telah dicuci kemudian ditiriskan hingga kering , setelah itu kedelai disangrai sambil diaduk pelan pelan selama 30 menit, hingga warnanya berubah kecoklatan . Kedelai yang telah masak ini kemudian didinginkan beberapa saat sebelum di blender . Blender digunakan untuk mengganti sistem penumbukan manual . Hasilnya kemudian diayak dengan ayakan halus dan dicampurkan dengan gula pasir. Kopile pun siap diseduh dengan air panas dan dinikmati.

Wahyu mengaku, hingga saat ini kopile yang dirintis sejak tiga bulan lalu baru dipasarkan di warung-warung di sekitar tempat tinggalnya saja. Ia mengaku masih mencoba mecari komposisi yang tepat agar kopi kedelainya bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat. Selain itu ia juga masih mengurus ijin produksi makanan olahan di Dinas Kesehatan Bantul, sehingga belum berani menjual kopile secara luas.

(Anang Zainuddin/Rz)