Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Pemerintah Provinsi Dki Jakarta Berupaya Menambah Jumlah Ruang Perawatan Khusus Untuk Anak-anak Di Rsud  Tingkat Partisipasi Pemilih Di Surabaya Capai 60 Persen  Seorang Pegawai Honorer Sebuah Instansi Di Boyolali Yang Diduga Menjadi Aktor Itelektual Kasus Jual Beli Kunci Jawaban Un Berhasil Ditangkap Petugas Sat Reskrim Polres Karanganyar  Dinas Peternakan, Pertanian Dan Kelautan (dppk) Kota Pekalongan Terus Mendorong Masyarakat Kota Pekalongan, Terutama Anak-anak Untuk Mengonsumsi Ikan  Komisi Ii Dprd Kota Tegal Mendukung Adanya Revisi Peraturan Daerah (perda) No 3/2010 Tentang Pajak Dan Retribusi Tempat Pelelangan Ikan (tpi)  Kpk: Potensi Kerugian Negara Kasus E-ktp Rp 1,12 Triliun  Sebanyak 5.796 Siswa Smp/mts Di Kulonprogo Siap Ikuti Un  Latihan Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Slamet Ditutup  Sejumlah Pedagang Di Pasar Kutoarjo Mengeluhkan Naiknya Harga Daging Ayam Pedaging  
Portal Berita > Seputar Jogja
Pemda Diy Himbau Dewan Untuk Bahas Perdais Secara Makro
Kamis, 11 July 2013 | 19:12 WIB

Pemda DIY Himbau Dewan Untuk Bahas Perdais Secara Makro

Yogyakarta, www.jogjatv.tv – Kepala Bappeda DIY, Tavip Agus Rayanto, dalam wawancara dengan wartawan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (10/7) siang, mengungkapkan, pihaknya saat ini tengan melobi DPRD DIY untuk mempercepat pembahasan perda keistimewaan (perdais) sebelum bulan Oktober tahun ini. Hal tersebut diperlukan agar dana keistimewaan dapat dicairkan pada tahun 2014 mendatang.

Sementara itu, menurut Ketua DPRD DIY, Yoeke Indra Agung Laksana, dalam pembahasan perdais , pihaknya sudah menyiapkan plan A dan plan B. Dalam plan A, pihaknya menyusun draft raperda induk perdais yang terdiri dari beberapa jabaran komponen keistimewaan yang di buat dalam satu naskah Perdais. Sedangkan pada plan B, DPRD DIY akan melakukan upaya lobi kepada pihak Kementrian Dalam Negeri untuk tetap dapat mencairkan dana keistimewaan meskipun naskah perdais baru selesai sebagian. (Fauzan Ahmad/Rz)