Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Penghapusan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara Sebagai Salah Satu Alat Kelengkapan Dpr Dalam Uu No 17 Tahun 2014 Tentang Mpr, Dpr, Dpd, Dan Dprd Disesalkan Sejumlah Anggota Bakn  Komisi Ii Dpr Rekomendasikan Pembentukan Pansus Pilpres  Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Edi Saputra Hasibuan Mendata Bahwa Tingkat Keluhan Masyarakat Terhadap Pelayanan Polisi Paling Tinggi Di Satuan Wilayah Metro Jaya, Jakarta  Basuki Tjahaja Purnama Mengatakan Jumlah Pedagang Kaki Lima Harus Dikontrol Dan Didata  Kadishub Dki Jakarta M Akbar: Penyebab Bus Yutong Terbakar Akan Dibeberkan Pekan Ini  Polda Metro Jaya Menangkap 15 Orang Yang Diduga Melakukan Pencurian Air Dan Penguasaan Sumber Air Secara Ilegal  Beri Izin Tambang Semen Di Rembang, Gubernur Jateng Digugat  2 Polisi Kalbar Tak Bawa Narkoba Saat Ditangkap Di Malaysia  "negeri Laskar Pelangi" Tak Pernah Sepi Dikunjungi Wisatawan, Belitung  Pakar Uav Dunia Tawarkan "drone" Garuda Khusus Untuk Indonesia  
Portal Berita > Seputar Jogja
Sri Sultan Desak Perdais Segera Diselesaikan
Rabu, 10 July 2013 | 07:14 WIB

Sri Sultan Desak Perdais Segera Diselesaikan

Yogyakarta, www.jogjatv.tv – Kepada wartawan di Bangsal Kepatihan, Selasa (9/7) siang, Gubernur Pemda DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengungkapkan, Perda Keistimewaan (perdais) yang natinya akan menjadi regulasi pencairan dana keistimewaan 2014 tersbeut pembahasannya berjalan lambat di DPRD DIY. Menurut Sultan, selama ini pihaknya sudah mengajukan rancangan Perdais di DPRD DIY melalui hasil dengar pendapat publik di tingkat kabupaten, kota hingga kelompok masyarakat, namun DPRD DIY justru lamban menindaklanjutinya. Sultan juga mengatakan Perdais tersebut hanya sebagai regulasi pencairan Danais semata, sementara pengawasan Danais akan dilakukan melalui kelembagaan otonom Pemda DIY yang mengawasi 5 komponen keistimewaan DIY.

Sementara itu, Ketua Badan Legislasi Daerah atau Balegda DPRD DIY, Sadar Narimo, mengungkapkan molornya pembahasan perdais di sebabkan beberapa hal. Selain tahun ini dewan harus menyelesaikan 17 usulan perda dari eksekutif maupun dari legislatif. Balegda juga baru menerima surat disposisi dari Ketua DPRD diy UNTUK mengkaji lima  usulan Perdais yang diusulkan eksekutif  tersebut pada bulan April yang lalu. Namun Sadar optimis perdais akan rampung sebelum pembahasan APBN di DPR RI atau pada bulan Oktober mendatang. (Fauzan Ahmad/Rz)