Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Pengacara: Harta Atut Diperoleh Dari Cara Yang Benar  Suryadharma Pecat Waketum Ppp Dan Empat Ketua Dpw  Cari Teman Koalisi, Prabowo Diam-diam Temui Para Petinggi Partai  Linda Gumelar: Pemerintah Bantu Proses Trauma Healing Siswa Tk Korban Pelecehan  Kpai: Wali Murid Tk Jis Akan Minta Perlindungan Kemendikbud  Iss Dan Jis Pertimbangkan Tambah Petugas Kebersihan Perempuan  Iss Merasa Dirugikan Dengan Kasus Pelecehan Siswa Tk Jis  Jual Kunci Jawaban Rp 150 Rb, Dua Peserta Un Ditangkap, Surabaya  Korupsi Rp 600 Juta, Anggota Kpu Situbondo Ditahan  
Portal Berita > Seputar Jogja
Sri Sultan Desak Perdais Segera Diselesaikan
Rabu, 10 July 2013 | 19:14 WIB

Sri Sultan Desak Perdais Segera Diselesaikan

Yogyakarta, www.jogjatv.tv – Kepada wartawan di Bangsal Kepatihan, Selasa (9/7) siang, Gubernur Pemda DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengungkapkan, Perda Keistimewaan (perdais) yang natinya akan menjadi regulasi pencairan dana keistimewaan 2014 tersbeut pembahasannya berjalan lambat di DPRD DIY. Menurut Sultan, selama ini pihaknya sudah mengajukan rancangan Perdais di DPRD DIY melalui hasil dengar pendapat publik di tingkat kabupaten, kota hingga kelompok masyarakat, namun DPRD DIY justru lamban menindaklanjutinya. Sultan juga mengatakan Perdais tersebut hanya sebagai regulasi pencairan Danais semata, sementara pengawasan Danais akan dilakukan melalui kelembagaan otonom Pemda DIY yang mengawasi 5 komponen keistimewaan DIY.

Sementara itu, Ketua Badan Legislasi Daerah atau Balegda DPRD DIY, Sadar Narimo, mengungkapkan molornya pembahasan perdais di sebabkan beberapa hal. Selain tahun ini dewan harus menyelesaikan 17 usulan perda dari eksekutif maupun dari legislatif. Balegda juga baru menerima surat disposisi dari Ketua DPRD diy UNTUK mengkaji lima  usulan Perdais yang diusulkan eksekutif  tersebut pada bulan April yang lalu. Namun Sadar optimis perdais akan rampung sebelum pembahasan APBN di DPR RI atau pada bulan Oktober mendatang. (Fauzan Ahmad/Rz)