Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Politisi Demokrat Yakin Perppu Pilkada Langsung Akan Diterima Dpr  Pan Terima Komunikasi Kubu Jokowi-jk, Tetapi Tak Akan Bergabung  Pdi-p Keluhkan Manuver Demokrat Yang Berubah Sikap Soal Pemilihan Pimpinan Dpr  Dilantik Jadi Anggota Dpd, Aceng Fikri Boyong 50 Orang Keluarganya Ke Gedung Dpr  Tertibkan Penjual Hewan Kurban Di Jalan, Dki Akan "gunakan" Spg Cantik  Jabar Akan Dirikan Masjid Terapung Dengan Arsitek Ridwan Kamil  Izinkan Pos Polisi Didirikan Di Atas Trotoar, Wali Kota Semarang Digugat  Jerinx Penabuh Drum Superman Is Dead, Tak Lelah Menyuarakan Penolakan Rencana Reklamasi Di Teluk Benoa, Bali  Kabut Asap Yang Sangat Pekat Terus Menyelimuti Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah  Warnet Di Gowa Dirampok Belasan Orang, Satu Pengunjung Ditikam, Sulawesi Selatan  Protes Ribuan Pekerja Freeport Blokade Jalan Tambang, Jayapura  Bank Mandiri Tunjuk Rohan Hafas Sebagai "corporate Secretary"  Impor Mobil Dari Thailand Sebabkan Ri Defisit 465 Juta Dollar As  
Portal Berita > Seputar Jogja
Sri Sultan Desak Perdais Segera Diselesaikan
Rabu, 10 July 2013 | 07:14 WIB

Sri Sultan Desak Perdais Segera Diselesaikan

Yogyakarta, www.jogjatv.tv – Kepada wartawan di Bangsal Kepatihan, Selasa (9/7) siang, Gubernur Pemda DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengungkapkan, Perda Keistimewaan (perdais) yang natinya akan menjadi regulasi pencairan dana keistimewaan 2014 tersbeut pembahasannya berjalan lambat di DPRD DIY. Menurut Sultan, selama ini pihaknya sudah mengajukan rancangan Perdais di DPRD DIY melalui hasil dengar pendapat publik di tingkat kabupaten, kota hingga kelompok masyarakat, namun DPRD DIY justru lamban menindaklanjutinya. Sultan juga mengatakan Perdais tersebut hanya sebagai regulasi pencairan Danais semata, sementara pengawasan Danais akan dilakukan melalui kelembagaan otonom Pemda DIY yang mengawasi 5 komponen keistimewaan DIY.

Sementara itu, Ketua Badan Legislasi Daerah atau Balegda DPRD DIY, Sadar Narimo, mengungkapkan molornya pembahasan perdais di sebabkan beberapa hal. Selain tahun ini dewan harus menyelesaikan 17 usulan perda dari eksekutif maupun dari legislatif. Balegda juga baru menerima surat disposisi dari Ketua DPRD diy UNTUK mengkaji lima  usulan Perdais yang diusulkan eksekutif  tersebut pada bulan April yang lalu. Namun Sadar optimis perdais akan rampung sebelum pembahasan APBN di DPR RI atau pada bulan Oktober mendatang. (Fauzan Ahmad/Rz)