Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Nilai Tukar Rupiah Menguat Ke Level Tertinggi Dalam Tiga Pekan Terakhir Usai Mk Menjatuhkan Putusannya Dengan Menolak Seluruh Gugatan Atas Hasil Pemilihan Presiden Pada 9 Juli Lalu  Status Keamanan Dki Usai Putusan Mk Turun Jadi Siaga Ii  Jokowi-jk Resmi Dikawal Paspampres Usai Jumatan  Akbar Tandjung Yakin Koalisi Merah Putih Tetap Solid  Bbm Bersubsidi Terutama Premium Mengalami Kelangkaan Di Beberapa Wilayah Kabupaten Bantul, Jumat (22/8/2014)  Pengamanan Di Kawasan Candi Borobudur Ditingkatkan, Menyusul Adanya Informasi Yang Menyebutkan Candi Borobudur Diancam Akan Dihancurkan Oleh Para Pendukung Isis  Isis Ancam Borobudur, Polda Bali Perketat Pengamanan Pura  Sebanyak 20 Jenazah Warga Negara Malaysia Yang Menjadi Korban Jatuhnya Pesawat Mh17 Pada 17 Juli 2014 Lalu Di Ukraina Telah Dipulangkan Ke Negara Asalnya  Sriwijaya Air Mendarat Darurat Di Bandara Ahmad Yani Setelah Tabrak Burung Dan Kaca Pilot Retak  Mk: Dalil Prabowo-hatta Memperoleh Nol Suara Di Papua Tidak Terbukti  
Portal Berita > Seputar Jogja
Sri Sultan Desak Perdais Segera Diselesaikan
Rabu, 10 July 2013 | 07:14 WIB

Sri Sultan Desak Perdais Segera Diselesaikan

Yogyakarta, www.jogjatv.tv – Kepada wartawan di Bangsal Kepatihan, Selasa (9/7) siang, Gubernur Pemda DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengungkapkan, Perda Keistimewaan (perdais) yang natinya akan menjadi regulasi pencairan dana keistimewaan 2014 tersbeut pembahasannya berjalan lambat di DPRD DIY. Menurut Sultan, selama ini pihaknya sudah mengajukan rancangan Perdais di DPRD DIY melalui hasil dengar pendapat publik di tingkat kabupaten, kota hingga kelompok masyarakat, namun DPRD DIY justru lamban menindaklanjutinya. Sultan juga mengatakan Perdais tersebut hanya sebagai regulasi pencairan Danais semata, sementara pengawasan Danais akan dilakukan melalui kelembagaan otonom Pemda DIY yang mengawasi 5 komponen keistimewaan DIY.

Sementara itu, Ketua Badan Legislasi Daerah atau Balegda DPRD DIY, Sadar Narimo, mengungkapkan molornya pembahasan perdais di sebabkan beberapa hal. Selain tahun ini dewan harus menyelesaikan 17 usulan perda dari eksekutif maupun dari legislatif. Balegda juga baru menerima surat disposisi dari Ketua DPRD diy UNTUK mengkaji lima  usulan Perdais yang diusulkan eksekutif  tersebut pada bulan April yang lalu. Namun Sadar optimis perdais akan rampung sebelum pembahasan APBN di DPR RI atau pada bulan Oktober mendatang. (Fauzan Ahmad/Rz)