Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Menteri Kelautan: Asing Dilarang Beli Pulau Di Indonesia  Komisi Iii Martin Hutabarat Dukung Langkah Kpk Ajukan Banding Vonis 4 Tahun Atut  Nunun Nurbaeti Buat Surat Terbuka Untuk Sby Dan Jokowi  Pks Yakin Demokrat Di Barisan Koalisi Merah Putih  Desak Munas, Pendiri Golkar Kembali Kirim Surat Ke Dpp Dan Mahkamah Partai  Jokowi Senang Setiap Hari "digerudug" Investor Asing  Jokowi Dan Tim Transisi Mulai Bahas Opsi Kabinet  Pdi-p: Megawati Yang Putuskan Calon Pendamping Ahok  Petugas Gabungan Tertibkan Terminal Blok M, Jakarta  Razia Penertiban, 61 Sopir Bus Kena Tilang, Jakarta  Dirut Pt Transjakarta Antonius Ns Kosasih, Mengaku Tidak Setuju Bila Pelaku Kejahatan Seksual Diberikan Sanksi Dengan "memajang" Di Depan Orang Banyak Dalam Keadaan Nyaris Telanjang  
Portal Berita > Seputar Jogja
Pembunuhan Nanda Karena Tersinggung Sms
Rabu, 10 July 2013 | 07:14 WIB

Pembunuhan Nanda Karena Tersinggung SMS

Sleman, www.jogjatv.tv – Jajaran Satreskrim Polres sleman berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang gadis yang mayatnya ditemukan di halaman Taman Kanak-Kanak Tunas Wisata, di kawasan Desa Catur Tunggal, Depok, Sleman, Senin (8/7) lalu. Korban diketahui bernama Nanda Amalia, seorang pelajar kelas IX di salah satu SMP Negeri di Depok Sleman. Selain mengungkap identitas korban, polisi juga mengamankan lima orang pelajar yang tiga diantaranya ditetapkan sebagai tersangka, dan dua lainya dinyatakan sebagai saksi.

Tiga orang pelajar yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap Nanda Amalia adalah  SS, pelajar SMK, DG, pelajar MTs yang juga mantan pacar korban, serta YS, pelajar kelas dua SMA di Sleman. Sedangkan dua orang yang dinyatakan sebagai saksi, adalah AY dan EP, yang merupakan teman sekolah korban. Ketiga tersangka ditangkap di rumah mereka masing-masing hari Selasa (9/7) pagi kemarin. Menurut Kapolres Sleman, AKBP Hery Sutrisman, pembunuhan Nanda tersebut dilatarbelakangi oleh asmara dan sakit hati. Awalnya korban mengirim SMS kepada salah seorang temanya yang isinya dinilai  menyinggung perasaan salah seorang tersangka. Karena tersinggung tersangka kemudian mengajak korban bertemu di TK Tunas Wisata, tempat dimana korban dibunuh.

Menurut Hery Sutrisman, para tersangka akan dijerat dengan pasal 338 juncto pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Karena para tersangka masih dibawah umur, maka pemeriksaannya dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Sleman. (Subardi/Rz)