Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Oknum Guru Di Bandung Cabuli 13 Siswi Smp  Orang Tua Arsyad Ke Bareskrim, Ajukan Penangguhan Penahanan  Kejagung Tahan Pejabat Kementan Terkait Kasus Benih Kopi  Wasekjen Golkar Roem Kono Terpilih Jadi Ketua Burt Dpr  Mbah Moen Tak Hadir, Muktamar Ppp Suryadharma Diklaim Diikuti 28 Dpw  Koalisi Merah Putih Kuasai Kursi Pimpinan Di 11 Komisi Dpr  Puan: Jumlah Keluarga Penerima Kartu Pintar Akan Disesuaikan Dengan Data E-ktp  Akbar Tandjung Dukung Generasi Muda Jadi Ketum Golkar  Kapolri: Arsyad Ditahan Karena Sebar Foto Porno, Bahaya Untuk Anak  Kapolri: Media Salah Tafsir, Kasus M Arsyad Kasus Pornografi Bukan Karena Jokowi  Polisi Pelajari Permintaan Penangguhan Penahanan Yang Diajukan Pihak Arsyad  Prabowo: Dpr Tandingan Bentuk Ketidakdewasaan Yang Rugikan Bangsa  
Portal Berita > Seputar Jogja
Pembunuhan Nanda Karena Tersinggung Sms
Rabu, 10 July 2013 | 07:14 WIB

Pembunuhan Nanda Karena Tersinggung SMS

Sleman, www.jogjatv.tv – Jajaran Satreskrim Polres sleman berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang gadis yang mayatnya ditemukan di halaman Taman Kanak-Kanak Tunas Wisata, di kawasan Desa Catur Tunggal, Depok, Sleman, Senin (8/7) lalu. Korban diketahui bernama Nanda Amalia, seorang pelajar kelas IX di salah satu SMP Negeri di Depok Sleman. Selain mengungkap identitas korban, polisi juga mengamankan lima orang pelajar yang tiga diantaranya ditetapkan sebagai tersangka, dan dua lainya dinyatakan sebagai saksi.

Tiga orang pelajar yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap Nanda Amalia adalah  SS, pelajar SMK, DG, pelajar MTs yang juga mantan pacar korban, serta YS, pelajar kelas dua SMA di Sleman. Sedangkan dua orang yang dinyatakan sebagai saksi, adalah AY dan EP, yang merupakan teman sekolah korban. Ketiga tersangka ditangkap di rumah mereka masing-masing hari Selasa (9/7) pagi kemarin. Menurut Kapolres Sleman, AKBP Hery Sutrisman, pembunuhan Nanda tersebut dilatarbelakangi oleh asmara dan sakit hati. Awalnya korban mengirim SMS kepada salah seorang temanya yang isinya dinilai  menyinggung perasaan salah seorang tersangka. Karena tersinggung tersangka kemudian mengajak korban bertemu di TK Tunas Wisata, tempat dimana korban dibunuh.

Menurut Hery Sutrisman, para tersangka akan dijerat dengan pasal 338 juncto pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Karena para tersangka masih dibawah umur, maka pemeriksaannya dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Sleman. (Subardi/Rz)