Sampaikan Informasi Atau Kejadian Di Sekitar Anda Ke Redaksi Jogja Tv Melalui Sms: 085 776 561 900 / Fax: 0274-451800  Menteri Kelautan: Asing Dilarang Beli Pulau Di Indonesia  Komisi Iii Martin Hutabarat Dukung Langkah Kpk Ajukan Banding Vonis 4 Tahun Atut  Nunun Nurbaeti Buat Surat Terbuka Untuk Sby Dan Jokowi  Pks Yakin Demokrat Di Barisan Koalisi Merah Putih  Desak Munas, Pendiri Golkar Kembali Kirim Surat Ke Dpp Dan Mahkamah Partai  Jokowi Senang Setiap Hari "digerudug" Investor Asing  Jokowi Dan Tim Transisi Mulai Bahas Opsi Kabinet  Pdi-p: Megawati Yang Putuskan Calon Pendamping Ahok  Petugas Gabungan Tertibkan Terminal Blok M, Jakarta  Razia Penertiban, 61 Sopir Bus Kena Tilang, Jakarta  Dirut Pt Transjakarta Antonius Ns Kosasih, Mengaku Tidak Setuju Bila Pelaku Kejahatan Seksual Diberikan Sanksi Dengan "memajang" Di Depan Orang Banyak Dalam Keadaan Nyaris Telanjang  
Portal Berita > Seputar Jogja
Wanita Muda Ditemukan Tewas Di Tk Tunas Wisata
Senin, 08 July 2013 | 07:24 WIB

Wanita Muda Ditemukan Tewas di TK Tunas Wisata

Sleman, www.jogjatv.tv – Seorang wanita muda tanpa identitas ditemukan tewas bersimbah darah di TK Tunas Wisata, Desa Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Sleman pada Senin (8/7) pagi. Mayat wanita muda tersebut ditemukan pertamakali oleh Hafid Mahyudin dan Sardi, buruh bangunan yang hendak mengecat di TK Tunas Wisata. Ketika keduanya membuka pintu gerbang sekolah yang berada di belakang Plaza Ambarukmo, mereka  mendapati ceceran darah di sekitar halaman. Saat dicari, ceceran darah berasal dari sesosok mayat wanita yang tertelungkup di depan salah satu ruang kelas. Mengetahui kejadian tersebut kedua saksi mata segera melapor ke Polsek Depok Barat.

Dari hasil identifikasi sementara, wanita tersebut diduga dianiaya hingga meninggal. Polisi mendapati adanya luka tusuk dipunggung korban, dan di bagian belakang kepala korban terdapat luka mengucur darah segar. Disekitar lokasi polisi menemukan potongan beton bersimbah darah yang diduga digunakan pelaku untuk memukul korban. Selain itu disekitar halaman sekolah, polisi juga menemukan tulisan dengan kata-kata “maaf” dari kapur tulis.

Marliana, seorang siswa sekolah dasar yang tinggal disekitar lokasi kejadian mengaku sempat melihat korban bersama seorang di sekitar lokasi kejadian, pada Minggu (7/7) malam. Tak lama kemudian laki-laki tersebut pergi tanpa membawa wanita tersebut. Sementara itu, saat ini jenazah korban berada di ruang jenasah RSUP Dokter Sardjito Yogyakarta untuk diotopsi. (Tim Liputan/Rz)